Cara Meningkatkan Penjualan Shopee: Fokus pada Traffic, Conversion, dan AOV
- GU Commerce

- Aug 11
- 2 min read

Penjualan Shopee secara sederhana dipengaruhi oleh jumlah calon pembeli yang datang, persentase yang membeli, dan nilai rata-rata pesanan. Karena itu, solusi “tambah iklan” tidak selalu benar. Jika conversion rate buruk, iklan hanya membawa lebih banyak orang ke listing yang belum meyakinkan.
Untuk meningkatkan cara penjualan shopee bisa gunakan persamaan kerja:
Penjualan = traffic x conversion rate x average order value.
Diagnosis dimulai dari faktor yang paling lemah.
Berikut cara meningkatkan penjualan Shopee:
Jika traffic rendah
Periksa:
Judul, kategori, dan atribut.
Foto utama dan harga yang terlihat.
Status stok.
Keikutsertaan campaign.
Iklan dan keyword.
Jumlah produk aktif yang benar-benar memiliki demand.
Prioritaskan hero SKU. Menyebar budget ke seluruh katalog membuat data dan anggaran terlalu tipis.
Jika klik rendah
Impressions tinggi tetapi klik rendah menunjukkan masalah relevansi atau daya tarik. Uji satu variabel pada satu waktu:
Foto utama.
Struktur judul.
Harga setelah promo.
Rating dan badge.
Varian utama.
Catat tanggal perubahan dan bandingkan minimal pada periode yang sebanding.
Jika conversion rendah
Periksa listing dari perspektif pembeli:
Apakah manfaat dan spesifikasi jelas?
Apakah variasi membingungkan?
Apakah ongkir dan estimasi kirim kompetitif?
Apakah ulasan menjawab keraguan?
Apakah voucher mudah digunakan?
Apakah produk tersedia?
Gunakan pertanyaan chat dan ulasan negatif sebagai bahan perbaikan.
Naikkan AOV tanpa diskon berlebihan
Gunakan bundle berdasarkan penggunaan nyata, misalnya paket isi ulang, pasangan produk pelengkap, atau multi-pack. Pastikan pembeli memahami penghematannya dan stok komponen bundle akurat.
Strategi lain:
Add-on deal.
Voucher minimum belanja.
Paket good-better-best.
Cross-sell pada deskripsi dan live.
Hindari menaikkan AOV dengan memaksa bundle yang tidak relevan.
Gunakan iklan berdasarkan peran SKU
Pisahkan:
Testing produk dan creative.
Scaling hero SKU.
Defensive brand keyword.
Campaign seasonal.
Target ROAS harus diturunkan dari margin, bukan menyalin benchmark umum. Perhitungkan platform fee, voucher, affiliate, fulfillment, dan retur.
Jaga stok dan rating
Produk yang tumbuh tetapi sering habis kehilangan momentum. Hitung days of cover untuk hero SKU, buat reorder point, dan siapkan safety stock.
Rating juga dipengaruhi oleh kesalahan varian, packing, keterlambatan, dan respons CS. Klasifikasikan masalah agar perbaikannya tepat.
Dashboard mingguan
Impressions dan clicks.
CTR.
Visitors.
Conversion rate.
Orders, paid sales, dan AOV.
Ads spend dan ROAS.
Voucher cost.
Cancellation dan return.
Stock cover.
Top serta bottom SKU.
Bandingkan dengan minggu sebelumnya dan periode campaign yang setara.
FAQ
Mengapa omzet turun padahal iklan naik?
Kemungkinan conversion, stok, kompetisi harga, kualitas traffic, atau listing memburuk. Periksa funnel sebelum menaikkan budget lagi.
Apakah diskon selalu menaikkan penjualan?
Diskon dapat membantu conversion, tetapi tidak menjamin profit. Hitung beban seller dan margin setelah seluruh biaya.
Berapa conversion rate yang baik?
Tidak ada angka universal. Gunakan baseline kategori, toko, sumber traffic, dan periode campaign Anda sendiri.
Kelola Shopee dengan diagnosis berbasis data
GU Commerce membantu brand mengelola katalog, campaign, ads, content, stok, customer service, dan laporan Shopee. Hubungi kami melalui halaman kontak.
Sumber
Shopee Seller Education Hub: https://seller.shopee.co.id/edu
Shopee, optimasi daftar produk: https://seller.shopee.co.id/edu/article/6915
Shopee, nama produk terstruktur: https://seller.shopee.co.id/edu/article/1906



Comments