Cara Mengatasi Dead Stock Marketplace Tanpa Merusak Harga Brand
- GU Commerce

- 2 days ago
- 2 min read

Dead stock adalah inventaris yang tidak lagi bergerak dalam periode yang relevan dan berisiko sulit dijual. Dampaknya bukan hanya biaya gudang; modal kerja tertahan, ruang terpakai, dan tim kehilangan fokus. Berikut terdapat cara mengatasi dead stock.
Langkah yang dapat kalian ambil cara mengatasi dead stock yaitu:
Bedakan slow moving dan dead stock
Gunakan inventory aging:
0–30 hari.
31–60 hari.
61–90 hari.
91–180 hari.
Lebih dari 180 hari.
Sesuaikan dengan kategori dan umur simpan. Produk industrial mungkin memiliki siklus lebih panjang daripada FMCG.
Temukan penyebab
Demand lemah.
Harga tidak kompetitif.
Listing buruk.
Varian tidak sesuai pasar.
Produk tergantikan.
Rating bermasalah.
Stok terlalu banyak.
Salah channel.
Tidak pernah mendapat traffic.
Jangan langsung mendiskon sebelum diagnosis.
Pilih treatment
Fix
Perbaiki judul, foto, atribut, atau deskripsi jika traffic tidak relevan.
Reprice
Ubah harga dengan floor margin dan periode uji.
Bundle
Pasangkan dengan hero SKU berdasarkan penggunaan nyata.
Affiliate atau live
Gunakan demonstrasi jika produk membutuhkan edukasi.
B2B atau alternate channel
Produk tertentu lebih cocok dijual melalui manual order, distributor, atau proyek.
Clearance
Gunakan kuota, outlet, atau campaign terpisah agar harga utama tidak rusak.
Write-off atau disposal
Jika biaya mempertahankan stok lebih besar daripada recovery value, lakukan sesuai kebijakan finance dan compliance.
KPI
Dead stock value.
Aging.
Recovery sales.
Recovery margin.
Storage released.
Sell-through.
Days to liquidate.
FAQ
Kapan stok disebut mati?
Definisi tergantung kategori, lead time, dan siklus penjualan. Tetapkan kebijakan internal.
Apakah bundle selalu efektif?
Tidak. Bundle harus relevan dan tidak memindahkan diskon ke hero SKU secara berlebihan.
Apakah iklan layak untuk dead stock?
Hanya jika contribution margin setelah iklan dan peluang recovery masuk akal.
Ubah inventory aging menjadi action plan
GU Commerce membantu brand menghubungkan data SKU, campaign, ads, live, dan stok untuk memperbaiki sell-through. Hubungi kami melalui halaman kontak.
Sumber
GU Commerce, store management dan strategic insight: https://www.gucommerce.id/
Shopee Seller Education Hub: https://seller.shopee.co.id/edu



Comments