Optimasi Iklan Shopee: Cara Membaca ROAS, GMV Max, dan Profit Setelah Biaya
- GU Commerce

- Aug 12
- 2 min read

Iklan Shopee membantu produk dan toko memperoleh visibilitas. Namun ROAS tinggi belum tentu berarti profit tinggi, dan ROAS rendah belum tentu selalu buruk. Keputusan harus mempertimbangkan tujuan campaign, margin produk, penjualan organik, stok, dan tahap pertumbuhan.
Cara Optimasi Iklan Shopee:
Turunkan target ROAS dari margin
Langkah pertama yang dapat kalian lakukan cara optimasi iklan Shopee bisa menurunkan target ROAS dengan Rumus dasar:
ROAS = penjualan yang diatribusikan ke iklan / biaya iklan.
Untuk menentukan batas, hitung contribution margin sebelum iklan:
Net sales - HPP - platform fee - voucher seller - affiliate - fulfillment - allowance retur - biaya variabel lain.
Jika margin sebelum iklan 20%, break-even ROAS sederhana sekitar 5x. Namun ini hanya ilustrasi; metode atribusi, pajak, overhead, dan repeat purchase dapat mengubah keputusan.
Kelompokkan SKU
Hero SKU: sudah punya conversion dan stok kuat; cocok untuk scaling.
Growth SKU: sinyal awal baik tetapi belum stabil.
Launch SKU: tujuan utamanya mengumpulkan data.
Margin SKU: membantu profit dan AOV.
Clearance SKU: targetnya mengubah stok menjadi kas.
Jangan menetapkan target yang sama untuk seluruh kelompok.
Diagnosis funnel iklan
Impressions rendah
Periksa bid/target, budget, status produk, keyword, kategori, dan kompetisi.
Impressions tinggi, klik rendah
Periksa foto utama, judul, harga, rating, dan relevansi query.
Klik tinggi, order rendah
Periksa listing, variasi, promo, ongkir, ulasan, dan kualitas traffic.
Order tinggi, profit rendah
Periksa ROAS minimum, diskon, affiliate, platform fee, serta produk yang terjual.
Menggunakan GMV Max dengan guardrail
Shopee menyediakan pilihan target ROAS untuk Iklan Produk GMV Max. Automation dapat membantu distribusi budget, tetapi brand tetap perlu:
Memilih SKU dengan stok dan margin memadai.
Memisahkan testing dan scaling.
Menghindari perubahan besar terlalu sering.
Menggunakan target realistis dari data historis.
Memantau paid sales dan profit setelah biaya.
Jika target terlalu ketat, delivery dapat terbatas. Jika terlalu longgar, volume naik tetapi efisiensi turun.
Optimasi mingguan
Hentikan atau batasi produk yang menyerap biaya tanpa sinyal.
Perbaiki listing sebelum menaikkan bid.
Tambah budget pada SKU yang stabil secara bertahap.
Cek stok sebelum campaign.
Bandingkan branded dan non-branded demand jika data tersedia.
Rekonsiliasi attributed sales dengan paid sales.
Gunakan periode yang cukup; keputusan harian dari data kecil dapat terlalu reaktif.
FAQ
Apa ROAS yang bagus?
ROAS yang melampaui break-even dan sesuai tujuan. Angka “bagus” berbeda menurut margin, kategori, promo, dan repeat purchase.
Mengapa ROAS turun saat budget dinaikkan?
Campaign menjangkau traffic tambahan yang biasanya kurang efisien. Naikkan budget bertahap dan cek conversion serta stok.
Apakah attributed GMV sama dengan uang masuk?
Tidak. Attributed GMV dapat berbeda dari paid sales, net sales, dan settlement setelah pembatalan, retur, serta biaya.
Hubungkan ads dengan keputusan komersial
GU Commerce mengelola marketplace ads bersama katalog, promo, stok, dan reporting agar pertumbuhan tidak terpisah dari margin. Hubungi kami melalui halaman kontak.
Sumber
Shopee, “Tentang Iklan Shopee”: https://seller.shopee.co.id/edu/article/17268
Shopee, FAQ Iklan dan GMV Max ROAS: https://seller.shopee.co.id/edu/article/16276
Shopee Seller Education Hub: https://seller.shopee.co.id/edu



Comments