top of page
Search

Jasa Fulfillment E-Commerce: Cara Kerja, SLA, Biaya, dan Checklist Memilih Partner

Jasa Fulfillment E-Commerce: SLA, Biaya, dan Checklist

Jasa fulfillment e-commerce menangani proses setelah brand menempatkan stok: receiving, penyimpanan, inventory control, picking, packing, serah-terima logistik, dan retur. Tujuannya bukan hanya menghemat ruang, tetapi membuat order diproses akurat dan konsisten saat volume berubah.

Alur jasa fulfillment e-commerce:

  1. Inbound: barang diterima dan dicocokkan dengan dokumen.

  2. Quality check: kondisi, jumlah, batch, atau expiry diperiksa sesuai kesepakatan.

  3. Put-away: barang ditempatkan dan tercatat.

  4. Inventory: stok tersedia disinkronkan.

  5. Picking: item diambil berdasarkan order.

  6. Packing: SKU, variasi, material, dan label diverifikasi.

  7. Handover: paket diserahkan ke logistik.

  8. Return: barang kembali diperiksa, dikategorikan, dan diperbarui statusnya.

SLA yang perlu disepakati

  • Waktu receiving sampai stok sellable.

  • Cut-off order.

  • Waktu proses order.

  • Order accuracy.

  • Inventory accuracy.

  • Handover tepat waktu.

  • Response incident.

  • Waktu proses retur.

SLA harus memiliki definisi, sumber data, pengecualian, dan tindakan korektif.

Komponen biaya

  • Setup dan integrasi.

  • Receiving per unit/karton/pallet.

  • Storage.

  • Pick and pack.

  • Material packing.

  • Additional item.

  • Special handling.

  • Return processing.

  • Stock opname.

  • Minimum monthly fee.

Bandingkan total biaya pada profil order nyata. Tarif pick-pack murah dapat menjadi mahal jika banyak add-on.

Data sebelum meminta quotation

  • Jumlah SKU.

  • Dimensi dan berat.

  • Order harian dan peak.

  • Items per order.

  • Jenis packaging.

  • Return rate.

  • Kebutuhan serial/batch/expiry.

  • Marketplace dan sistem.

  • Lokasi pelanggan.

  • Nilai barang dan kebutuhan keamanan.

Risiko yang perlu diuji

  • Salah SKU atau variasi.

  • Stok sistem tidak akurat.

  • Kapasitas tidak cukup saat campaign.

  • Material packing habis.

  • Retur tidak cepat diproses.

  • Akses data lemah.

  • Ketergantungan satu kurir atau satu lokasi.

Minta simulasi proses dan laporan exception, bukan hanya tur gudang.

In-house atau outsource?

In-house memberi kontrol tinggi tetapi membutuhkan sewa, tenaga kerja, sistem, equipment, dan management. Outsource mengubah sebagian biaya tetap menjadi variabel, tetapi brand bergantung pada SLA partner.

Gunakan total cost: fasilitas, headcount, error, opportunity cost, dan kapasitas peak.

FAQ

Apakah fulfillment sama dengan ekspedisi?

Tidak. Fulfillment memproses stok dan order sebelum paket diserahkan kepada ekspedisi.

Apakah semua produk cocok?

Tidak. Produk berbahaya, oversized, temperature-controlled, atau bernilai tinggi dapat membutuhkan fasilitas khusus.

Apa KPI terpenting?

Order accuracy, inventory accuracy, on-time handover, damage, dan return processing.

Fulfillment yang terhubung ke penjualan

GU Commerce menawarkan warehouse dan fulfillment yang terintegrasi dengan store management dan reporting. Hubungi kami melalui halaman kontak.

Sumber

 
 
 

Comments


bottom of page